Cara Membuat Kompos dari limbah Jerami

Cara Membuat Kompos dari limbah Jerami

 

Biasanya saat musim panen Padi ketersediaan jerami sangat melimpah. Namun sayang banyak petani yang belum menyadari akan nilai ekonomi dan manfaat yang besar dari jerami tersebut, tetapi banyak petani yang membakar jerami dan terkadang haya menumpuknya ditepi sawah dan dibiarkan mambusuk.

Jika petani beralih dari kebiasaan membakar jerami berarti para petani telah ikut serta dalam rangka mengurangi pemanasan global, pelestarian lingkungan dan penigkatan kesuburan tanah yang keadaanya semakin kritis.

Pupuk kompos/bokashi  jerami pupuk  yang diperoleh dengan proses fermentasi menggunakan bioaktivator seperti EM4, Starbio, Stradex dll. Penggunaan bioktivator tersebut bertujuan untuk mempercepat proses pengomposan dan meningkatkan kandungan hara/C-Organik sehingga penyerapan tanaman terhadap kompos tersebut semakin cepat, efektif dan efisien. Salah satu bioaktivator yang banyak kita temui di pasaran adalah EM4 (penyebutan merk bukan maksud berpromosi) dengan banyak keunggulan karena EM 4 mengandung ribuan bakteri/mikroba bermanfaat seperti :

  1. Menyuburkan tanaman
  2. Menpercepat pertumbuhan tanaman
  3. Menghijaukan daun tanaman
  4. Memperbanyak buah dll

Berikut adalah cara pembuatan kompas dari jerami :

  1. Siapkan alat terlebihdahulu
  2. Terpal
  3. Ember/Tong bekas
  4. Gembor/Hand Spayer
  5. Siapkan bahan dasar dan bahan tambahan
  6. Jerami 1000 kg
  7. EM4 1 liter
  8. Pupuk Urea 1 kg
  9. Tetes tebu 1 liter atau gula 1 kg
  10. Dedak 50 kg
  11. Sekam padi 100 kg
  12. Serbuk kayu (limbah penggrajian kayu)
  13. Air secukupnya
  14. Cara Pembuatan Pupuk Kompos
  15. Campurkan : EM4, Tetes tebu/gula pada Pupuk Urea pada ember
  16. Tambahkan air
  17. Aduk dan diamkan 30 menit
  18. Tebarkan jerami dengan ukuran 2×3 m dengan ketinggian 10 cm.
  19. Siram tebaran jerami dengan campuran tadi dengan menggunkan gembor / hand sprayer. Kadar air  60% jika bahan diremas terasa basah namun tidak keluar airnya.
  20. Tebarkan dedak, serbuk gergaji dan sekap diatas jerami yang telah disiram.
  21. Siram lagi dengan campuran poin a.
  22. Ulangi sampai semua bahan tersiram rata.
  23. Aduk hingga rata semua bahan yang disiram
  24. Tutup bahan dengan terpal.
  25. Proses pengamatan dan pembalikan
  26. Setelah 3 hari lakukan pengamatan. Pegang tumpukan bahan jika terasa hangat berarti proses fermentasi telah berjalan.
  27. Pertahan suhu bahan antara 40-50 deran celcius (terasa hangat saat dipegang)
  28. Jika suhu terlalu panas maka bukalah tutup tumpukan dan lakukan pembalikan bahan kemudian tutup kembali.
  29. Lakukan pengamatan seperti tersebut hingga 2-3 minggu.
  30. Setelah bahan berwarna coklat kehitaman, berbau seperti tape dan tumbuh cendawan berwarna putih berarti kompos sudah jadi dan siap untuk digunakan.

 

Berdasarkan pengalaman dilapangan cara tersebut selalu berhasil karena bahan tidak pernah busuk. Waktu pengomposan usahakan sampai 3 minggu karena dengan waktu tersebut semua bahan telah terfermentasi dengan sempurna dan suhunya berangsur turun sehingga kompos benar-benar siap untuk digunakan.

 

Peringatan :

  • Lakukan pembalikan 3-5 hari sekali untuk mempertahankan suhu sehingga bahan tidak busuk karena suhu yang terlalu tinggi ;
  • Untuk mempercepat proses fermentasi potong-potonglah jerami 10-20 cm.
  • Dedak dan tetes tebu/gula wajib diberikan walau jumlahnya kurang dari formula diatas karena kedua bahan tersebut akan menjadi makanan untuk mikroba/fermentasi.
  • Jangan pernah menggunakan kompos yang belum jadi dengan sempurna ke lahan karena akan berpengaruh buruk pada tanaman